Prologue...
Dua pikiran…….
about ... Coda... coda Kevino...KRRiiiiiiiing
“Hua… telat!!”
Hei … aku?? Umm.. entahlah mungkin hanya seorang bodoh yang setiap harinya harus bangun ‘terburu-buru’…
Telat bangun?
Tidak juga, terkadang…. Tapi entahlah sudah berpuluh2 kali aku datang ke sebuah sekolah…
jarak rumahku lumayan dekat, hanya perlu keinginan untuk berjalan sedikit dan semuanya beres, tapi penjaga gerbang sekolahku…
Setiap paginya beberapa guru dibantu murid2 berdiri di depan gerbang menunggu murid lain untuk lalai dan mendapat hukuman.. ini menurutku! Apa kamu dapat membayangkannya?!
Umm… Maksudku bayangkan aku yang berlari lalu mereka mencegahku masuk dan pada akhirnya aku di skors.. (padahal aku hanya telat beberapa menit)
Maaf… Kata – kataku agak bodoh, ya ... aku kurang dapat menyusun sebuah kalimat yang baik , sulit berkomunikasi, kalian dapat menyebutku unsos.
Saat ini aku hanya ingin bercerita padamu
Ya… Padamu
Sebuah kisahku sekitar 2 tahun lalu… saat aku beranjak ke kelas XII di sekolahku…
Saat itu setelah aku mendapatkan skors yang diberikan karena kelalaianku, aku masuk ke sebuah kelas yang ‘cukup’ mungkin ‘sangat’ kondusif untuk belajar. Siswa yang kadang serius kadang mereka dapat diajak bercanda… Mungkin kalian tidak perlu membayangkan berlebihan, maksudku sekolahku disiplin… masa Sma-ku tidak dapat disamakan dengan SMA kalian yang tidak satu sekolah denganku.
Orang – orang serius… jenaka… pintar… beberapa menyebalkan, tetapi semuanya terkontrol. Kalian dapat mengerti maksudku kan? Ya…berbeda jauh dengan sekolah Negeri yang ceritanya kudengar dari teman kuliahku.
Aku mengenal semua anak dikelasku…
Mereka mulai datang satu per satu…
Agas… yang kadang suka sok pintar, sok tahu…
Nana… Sijenius piano, aku tak tahu kenapa dia bisa sehebat itu. tapi... menurutku dia tidak seperti pianis lainnya.
Riska… Pintar sesungguhnya.. hahahahaha
Iva… Kamu bisa mendapat berbagai informasi darinya
'keke’… cool
Aku tak perlu menceritakan semuanya… ya… aku mengenal mereka, seperti siswa lainnya, berbicara dengan mereka bertanya… tapi hanya seorang yang tak pernah aku berani menyapanya… bahkan mungkin kami tidak pernah berbicara satu sama lain, orang yang aneh selalu penuh senyuman walau aku selalu berpaling muka darinya…
Mungkin bukan dia yang aneh… Aku yang aneh yang tidak berani mendekatinya
....takut... ketegangan muncul...
segala perasaan yang muncul ketika aku melihatnya. Ini cukup ‘gila’.
Sekarang???
Aku memang terlihat tenang… sangat tenang, tetapi saat ini… aku menyesal.. Perasaan aneh yang kadang membuat dadaku sesak tidak pernah kusampaikan….
Banyak orang yang menyukainya… aku juga…
Orang itu… cantik… tapi tidak juga, banyak dikelasku yang lebih cantik darinya. Pintar walau terlihat bodoh… sopan……… baik………….
Hahahahahaha!!!! Dia sudah tidak sekelas lagi denganku.. hanya sebuah masa lalu…
Kenangan yang indah………………… tentang seseorang yang selalu mengingatkanku…..
Bahwa aku adalah seorang pengecut…………
Oh ya… aku lupa. Aku Coda… Coda Kevino… orang bodoh yang ‘mungkin’ pada suatu hari nanti tidak sebodoh saat itu…….
About MiChelle… Michelle DeAzDua tahun lalu saat aku beranjak ke kelas XII disekolah yang kadang menyebalkan, setiap harinya aku harus bangun lebih pagi karena rumahku cukup jauh, berpakaian rapi, mengatur rambutku di depan kaca, menaruh pin di kerahku kemudian berangkat.
Aku menyukai kelasku, sebuah kelas kondusif dengan teman – teman yang menyenangkan. Amat menyenangkan. Aku mengenal mereka, mereka juga mengenalku. Kecuali seorang teman, seorang yang ‘aneh’ yang tidak pernah berbicara denganku…
Mungkin karena kelakuanku kadang terlihat manja?
//sehingga terlihat menyebalkan didepannya//
atau... Mungkin aku punya kesalahan terhadapnya yang tidak kusadari, saat aku tersenyum dia membuang mukanya, tetapi aku tidak merasakan kebencian dimatanya saat aku sesekali melihatnya menatapku….
Ketika aku ingin mengenalnya, aku tidak pernah mempunyai kesempatan mengetahui anak itu. Dua tahun kami berada di kelas yang sama, sampai akhirnya kelulusan.
Teman – temanku mengambil jalan yang berbeda – beda.
Masa SMA yang menyenangkan itu tak akan kulupakan.
Dan anak itu… mungkin suatu hari nanti aku dapat bertemu dengannya dan memulai sebuah percakapan yang menyenangkan… hehehe....